
- kecantikan
- kesehatan
- Kosmetik
- parenting
- Racun shopee
- review
- Serba Serbi
- Tidak Dikategorikan
- tutorial
Hai para Mama dimanapun berada kali ini saya ingin berbagi pengalaman dan sedikit tips untuk Mama yang akan menjalani Sectio Caesarea atau Operasi Caesar.
Selama hamil saya rutin berjalan kaki kurang lebih 45 menit setelah subuh. Dan juga rutin untuk senam kecil dengan harapan agar bisa menjalani persalinan pervaginam dengan lancar.
Namun memasuki H-3 Hari Perkiraan Lahir (HPL) ada cairan yang saya duga adalah cairan ketuban yang merembes. Saya dan suami lalu memeriksakan ke dokter spesialis kandungan perihal hal tersebut dan benar saja itu adalah cairan ketuban. Saat itu juga dokter merujuk ke Rumah Sakit. Perasaan saya campur aduk takut, cemas, senang, jadi satu. Sesampainya di Rumah Sakit langsung di infus dan secara rutin diperiksa karena saya tidak mengalami kontraksi dan tidak merasakan sakit perut layaknya orang yang akan melahirkan. Kemudian saya di induksi dengan obat yang dimasukkan ke dalam kelamin (rasanya seperti di bor sakit sekali) dan menunggu seharian tetapi tidak ada perubahan. Selama seharian pembukaan masih pembukaan 1 pada akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan tindakan operasi caesar. Sebelum dibawa ke ruang operasi ada perawat yang membawakan baju khusus. Setelah selesai berganti baju perawat lalu memasangkan kateter.
Saya lalu dibawa menuju ke ruang operasi yang suhunya sangat dingin (ternyata suhunya sengaja dibuat dingin agar tetap steril). Dokter anastesi lalu meminta saya untuk duduk dan tibalah saya untuk disuntik bius (dan lagi lagi ini sakit sekali). Selama operasi berlangsung saya mengalami sakit kepala yang luar biasa dan isi perut keluar semua alias muntah karena operasi nya dadakan dan saya sudah terlanjur makan siang sebelumnya. Operasi berlangsung selama 2 jam dan alhamdulillah lancar.
Setelah operasi selesai saya lalu dibawa ke ruang pemulihan (disini kepala masih pusing) dan ada alat otomatis yang fungsinya untuk mengukur denyut nadi serta tekanan darah. Saya ingat saat itu tekanan darah saya sekitar 180 padahal biasanya 90/70. Di dalam ruangan pemulihan itu saya tidak sendirian melainkan bersama pasien lain yang juga telah menjalani operasi.
Saya berada di ruang pemulihan itu sekitar 4 jam. Setelah stabil perawat memindahkan saya ke kamar rawat inap. Dan akhirnya saya bisa bertemu suami, dan kerabat yang lainnya. Dokter menyarankan agar melatih tubuh agar bisa duduk dan menyusui anak saya. Namun setelah 2 hari dan 3x percobaan inisiasi menyusu dini asi saya juga tidak kunjung keluar. Namun saya tidak menyerah, suami lalu membelikan ekstrak daun katuk. Dan benar saja asi saya sedikit demi sedikit keluar.
Singkat cerita pasca operasi saya rutin mengonsumsi ikan gabus yang direbus atau disemur. Selain ikan gabus saya juga banyak mengonsumsi telur rebus dan sayuran. Saya juga mengurus anak saya sendiri karena kondisi ibu mertua yang sudah berumur, saya tidak tega jika harus merepotkan beliau. Dan itu ternyata menjadi alasan kenapa jahitan saya cepat kering. Ya, tepat sekali karena anggota tubuh selalu bergerak membuat peredaran darah menjadi lancar dan luka cepat mengering.
Dan itu dia tips dari saya agar luka pasca operasi cepat kering Mama harus mengonsumsi makanan yang mengandung protein tinggi dan albumin, contohnya ikan gabus, dan telur. Mama juga harus selalu aktif bergerak agar peredaran darah menjadi lancar sehingga luka cepat sembuh dan tubuh menjadi sehat kembali. Tetap semangat ya Ma, meskipun melahirkan secara caesar tetapi kita tetaplah ibu yang sempurna.